perawatan luka modern

selamat datang diblog trio hardin saputra dinata dan nikmatilah hasilnya.

Rabu, 17 Agustus 2011

SATUAN ACARA PENYULUHAN NAPZA


SATUAN ACARA PENYULUHAN

Judul penyuluhan        : Penyalahgunaan NAPZA
Sasaran                        : Remaja    
Tempat                        : PSBR
Waktu                                     : 10.00 s/d  selesai
ANALISA SITUASI
1.      Peserta
a.       Jumlah peserta 75 0rang
b.      Tingkat pendidikan SMA
c.       Umur rata-rata 17-20 tahun
2.      Kelas / ruangan
a.       Ukuran ruang yaitu 10 x 8 meter
b.      Keadaan penerangan dan ventilasi memadai
c.       Prasarana yang tersedia diruangan yaitu kursi, LCD, Leaflet, dan Laptop
3.      Pengajar
Fasilitator ádalah mahasiswa Stikes Mataram,sementer V1 B

B.     TUJUAN INSTRUKSIANAL UMUM
Setelah mendapatkan penyuluhan peserta diharapkan mampu memahami tentang bahaya Napza

C.     TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS
Setelah mengikuti penyuluhan peserta diharapkan mampu :
a.       Audiens mengetahui  apa pengertian dari NAPZA
b.      Audiens mampu menyebutkan jenis-jenis NAPZA
c.       Audiens mampu menjelaskan  bahaya penggunaan NAPZA

D.    MATERI (terlampir)
E.     METODE
1.      Ceramah
2.      Diskusi dan tanya jawab
F.      MEDIA
1.      Leaflet
2.      Power point

G.    KEGIATAN PENYULUHAN
Waktu
Kegiatan
Kegiatan responden
10 menit
1.      Mengucapkan salam
2.      Menjelaskan latar belakang perlunya pengetahuan tentang Penyalahgunaan Napza
3    Menjelaskan tujuan di berikan penyuluhan
Menjawab salam
Mendengarkan


Mendengarkan
25 menit
1.      Menjelaskan pengertian NAPZA
2.      Menjelaskan macam - macam jenis NAPZA 
3.      Menjelaskan dampak dari   penyalahgunaan NAPZA
4.      Memberikan kesempatan kepada audiens untuk bertanya
Mendengarkan
Mendengarkan

Mendengarkan

Mendengarkan




15 menit
1.      Meminta salah seorang audiens menjelaskan apa itu NAPZA
2.      Meminta salah seorang audiens menyebutkan jenis-jenis NAPZA
3.      Meminta salah sorang audiens menyebutkan bahaya penyalahgunaan NAPZA

Menjelaskan apa itu NAPZA
Menyebutkan  dan menjelaskan Menyebutkan  dan menjelaskan
5 menit
1.      Memberikan pesan moral kepada audiens
2.      Mengucapkan salam penutup
Mendengarkan

Menjawab salam

H.    EVALUASI
            Stándar evaluasi
a.       Peserta dapat mengetahui pengertian NAPZA
b.      Peserta dapat menyebutkan jenis-jenis NAPZA
c.       Peserta dapat menjelaskan bahaya penyalahgunaan NAPZA
.
I.       SUMBER KEPUSTAKAAN

Badan Narkotika Nasional. (2004). Pedoman Pencegahan   Penyalahgunaan Narkoba Bagi Pemuda. Badan Jakarta:Badan Narkotika Nasional.
Mansoer, Arif.1999. Kapita Selekta Kedokteran. Edisi ke III. Jakarta:Media aesculapius.

                                        


                                             




LAMPIRAN
BAB I
PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
            Sejak zaman dahulu manusia sudah mengenal dan menggunakan daun, ranting, biji, akar, bunga atau getah dari tumbuhan tertentu yang mengandung bahan yang berkhasiat mengurangi rasa sakit, menghilangkan rasa letih dan banyak hal pemanfaatan lainya. Tersedianya bahan tersebut merupakaan bagian dari kemurahan Tuhan Yang Maha Kuasa.

Tetapi bila disalahgunakan untuk tujuan di luar pengobatan serta tanpa pengawasan dokter, secara berlebihan dan berulang kali atau terus menerus bahan tersebut dapat menimbulkan ketergantungan. Bahan tersebut dalam makalah ini di sebut dengan Narkoba.  Untuk merujuk dan sebagai singkatan dari Narkotika, Psikotropika, dan Bahan/zat adiktif lainya.

Ketergantungan terhadap narkoba dapat menimbulkan gangguan kesehatan jasmani dan rohani. Yang lebih jauh dapat menyebabkan penderitaan dan kesengsaraan sampai pada kematian sia-sia. Sebagai mahluk yang mempunyai akal sehat dan keimanan, seharusnya manusia mampu menghindari penyalahgunaan narkoba.
Penyalahgunaan narkoba biasanya diawali oleh penggunaan secara coba-coba  sekedar mengikuti teman (bahasa pergaulan), untuk mengurangi atau menghilangkan rasa nyeri, kelelahan, ketegangan jiwa atau sebagai hiburan semata. Bila taraf coba-coba tersebut di lanjutkan secara terus-menerus maka akan berubah menjadi ketergantungan.

Penyalahgunaan narkoba menimbulkan dampak jangka panjang terhadap kesehatan jasmani dan rohani, gangguan fungsi sampai kerusakan organ vital sperti otak, jantung, hati, paru-paru dan ginjal, serta dampak sosial.


2.      Maksud dan Tujuan
Makalah ini disusun bertujuan untuk:
a.       Memberikan informasi dan pengetahuan tentang dampak bahaya penyalahgunaan narkoba (aspek psikiatri penyalahgunaan narkoba)
b.      Menggugah kesadaran dan kewaspadaan akan bahaya yang ditimbulkan narkoba.














BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian

a.       NAPZA adalah singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Bahan/Zat adiktif lainya.
b.      Penyalahgunaan (abuse) adalah penggunaan narkoba di luar tujuan pengobatan dan tanpa pengawasan dokter.

B.  Penggolongan Narkoba

Narkotika adalah “zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat  menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran , hilangnyaa rasa , mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan”(undang-undang nomor 22, tahun 2007 tentang Narkotika).

Psikotropika adalah “zat atau obat baik alamiah maupun sintetis , bukan Narkotika yang berkasiat psikoaktif, melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan prilaku (Undang-undang nomor 22 tahun 1997, tentang psikotropika).

Bahan adiktif lainya adalah zat atau bahan yang tidak termasuk kedalam golongan Narkotika atau Psikotropika , tetapi menimbulkan ketergantungan, antara lain Alkohol, Tembakau, Sedatif-hipnotika, dan Inhalans


1. Yang tergolong Narkotika :
  1. Opioda.
Opioda adalah sekelompok zat alamiah , semi sintetis atau sintetis yang mempunyai khasiat farmakologi mengurangi atau menghilangkan rasa nyeri, meliputi:
    1. Opioda alamiah, yaitu Opium, Morfin dan Codein
    2. Opioda semi sintetis, yaitu hidroMorfin  dan heroin. Heroin adalah hasil pemrosesan opioda alamiah dengan sedikit perubahan kimia.
    3. Opioda sintetik  meliputi meperidin, propoksifen, leforfanol dan, lefarolfan.

  1. Morfin.
Morfin adalah opioda alamiah yang mempunyai daya analgesik yang kuat, berbentuk kristal, berwarna putih dan berubah menjadi kecoklatan dan tidak berbau. Opium mentah mengandung 4 -  21% Morfin. Sebagian Opium diolah menjadi Morfin dan Codein.

  1. Codein.
Adalah alkaloida yang terkandung dalam Opium sebesar 0,7 – 2.5%, merupakan opioda alami yang banyak digunakan untuk keperluan medis. Memiliki daya analgetik lemah yaitu    hanya seperduabelas daya analgetik Morfin. Codein di gunakan sebagai antitusif (peredam batuk) yang kuat

  1. Heroin/putaw
Heroin adalah opioda semi sintetis berupa serbuk putih yang berasa pahit. 

  1. Ganja, Marijuana,Cannabis sativa, Cannabis indica
Ganja adalah tumbuhan perdu liar yang tumbuh di daerah beriklim tropis dan subtropik, komponen psikoaktif ganja adalah delta-9-tetra hydrocannabinol atau delta 9-THC. Kadar THC ganja tertinggi terdapat pada pucuk bunga tanaman betina.
Selama tiga milenia orang-orang afrika dan asia menggunakan cannabis dalam berbagai bentuk sediaan. Ada tiga bentuk sediaan yaitu Cannabis, Hashish, dan minyak hashis.
Marijuana adalah daun  dan bunga kering pada tanaman cannabis dan umumnya memiliki dampak yang paling ringan diantara ketiga bentuk sediaan Cannabis.
Kadar THC dari berbagai jenis ganja bervariasi dan juga tergantung dari kesuburan tanah tempat tumbuhnya, jenis ganja yang di konsumsi mengandung THC sekitar 5% bila tanah tempat penanaman subur dan perawatan tumbuhan baik, kadar THC dalam ganja dapat mencapai 10%.

  1. Metadon.
Metadon adalah opioda sintetis yang mempunyai daya kerja lebih lama dan lebih efektif daripada Morfin dengan cara penggunaan ditelan. Metadon digunakan sebagai terapi substitusi dalam Methadon Maintenace Programe, untuk mengobati ketergantungan pada opioda.

  1. Kokain.
Kokain adalah alkaloida dari daun tumbuhan erthroxilon coca. Sejenis tumbuhan yang tumbuh di lereng gunung pegunungan Andes di Amerika selatan.

  1. Crack.
Adalah saripati kokain yang mempunyai dampak ketergantungan lebih kuat daripada kokain. Penggunaanya dihisap seperti rokok, nama lain di sebut Coke, Snow, Flake, dan Rock.
2. Yang tergolong Psikotropika:
  1. Amphetamin adalah sekelompok zat/obat yang mempunyai khasiat sebagai stimulant susunan syaraf pusat. Amfetamin bersifat menimbulkan rangsangan serupa dengan adrenalin. Suatu hormon yang merangsang kegiatan susunan saraf pusat dan meningkatkan kinerja  otak

  1. ATS yaitu (amfetamin Type Stimulant) adalah nama sekelompok zat /obat yang mempunyai khasiat sama dengan atau seperti amphetamin. Nama lainya yaitu Speed, Crystal, dan Ectasy. Shabu adalah nama jalanan untuk Amphetamin


3. Yang tergolong bahan/zat adiktif:
Bahan atau zat yang tidak tergolong Narkotika ataupun psikotropika, tetapi seperti halnya dengan Narkotika dan psikotropika, bahan zat adiktif menimbulkan ketergantungan. Antara lain:

a.      Alkohol (ethanol atau ethyl alcohol)
Adalah hasil fermentasi peragian karbohidrat dari bulir padi-padian, cassava, sari buah anggur, nira. Kadar alkohol yang diperoleh dari hasil fermentasi adalah tidak lebih dari 14%. Alkohol yang disebut dengan methyl alcohol adalah jenis alkohol yang sangat berbahaya. Kadar alkohol dari  bir 3-5%. Wine 10-14%, whisky, rhum, gin, vodka, Brendi antara 50%

b.      Kafein, caffeine (1.3.7. Trimethyisantine).
Kafein adalah alkaloida yang terdapat dalam buah tanaman kopi. Biji kopi mengandung 1-2.5% kafein. Kafein juga terdapat pada minuman ringan.


c.       Nicotine (Nicotina Tabacum L)
Terdapat  pada tumbuhann tembakau dengan kadar sekitar 1-4%. Dalam setiap batang rokok terdapat sekitar 1,1 mg nikotin. Nikotin menimbulkan ketergantungan. Dalam daun tembakau, terdapat ratusaan jenis zat lainya selain dari nikotin.

d.      Zat sedatif (penenang) dan hipnotika.
Yang tergolong sedatif/hipnotika adalah benzodiazepin meliputi antara lain : Temazepam, Diazepam, Nitrazepam, klonazepam.

e.       Halusinogen, yaitu sekelompok zat alamiah atau sintetik yang bila di konsumsi menimbulkan dampak halusinasi:

f.       Inhalansia yaitu zat-zat yang di sedot melalui hidung seperti:
1.      Hidrokarbon alfatis dan solvent termasuk toluene yang (terdapat dalam perekat/lem, pelumas, bensin, aerosol, dan semir sepatu)
2.      Halogen Hidrokarbon termasuk Trichloretilena, tetrachloretilena (terdapat di minyak pelumas)
3.      Nitrit alifatis meliputi aminitri, isobutilnitrit dan butyl nitrit (semuanya terdapat pada pengharum ruangan)
4.      Keton meliputi aseton
5.      Ester meliputi ethylasetat, amilacetat, buthylchetat dan propilacetat
Narkoba yang disalahgunakan biasanya tidak satu jenis melainkan kombinasi dari beberapa jenis narkoba, pemakaian narkoba misalnya dengan minuman ringan atau dengan minuman beralkohol untuk mendapatkan efek yang di inginkan.

 





C. Dampak penyalahgunaan Narkoba

Dampak penyalahgunaan narkoba jenis-jenis tertentu.
  1. Opioda.
    1. Khasiat opioda adalah sebagai berikut:
a.       Menghilangkan rasa nyeri
b.      Membuat tertidur
c.       Menimbulkan rasa gembira berlebihan.
Morfin salah satu jenis opioda yang bekerja pada reseptor opiat yang terdapat pada susunan saraf pusat dan perut, Morfin menekan pusat pernafasan, kematian karena over dosis adalah akibat dari terhambatnya pernafasan.

    1. Gejala fisik akibat penggunaan opioda adalah sebagai berikut:
a.       Pupil mata menyempit
b.      Tekanan darah menurun
c.       Denyut nadi melambat
d.      Suhu badan menurun
e.       Otot menjadi lemah
    1. Dampak penyalahgunaan opioda adalah sebagai berikut:
a.       Timbul perasaan tidak enak
b.      Mual dan muntah
c.       Merasa cemas dan ketakutan.

    1. Dampak fisik lainya
a.       Kejang lambung
b.      Muka merah
c.       Gatal sekitar hidung
d.      Produksi air seni berkurang karena peningkatan hormon anti diuretic
e.       Merasa mulut kering,  badan panas, badan terasa berat.

    1. Dampak psikis penggunaan opioda adalah sebagai berikut:
a.       Menimbulkan rasa gembira berlebihan.
b.      Anti depressant.
c.       Mengantuk
d.      Kesadaran menjadi kabur
e.       Gangguan konsentrasi pikiran, dan sulit berpikir
f.       Apatis/tidak acuh

  1. Ganja
    1. Gejala fisik akibat penggunaan ganja psikis adalah sebagai berikut:
a.       Denyut nadi meningkat
b.      Mata merah
c.       Mulut kering
d.      Nafsu makan bertambah
e.       Mengantuk
    1. Gejala psikis akibat penggunaan ganja adalah sebagai berikut:
a.       Hilaritas (kegaduhan)
b.      Rasa khawatir
c.       Perasaan tertekan
d.      Gelisah
e.       Agresif
f.       Rasa gembiraa berlebihan
g.      Banyak bicara
h.      Merasa ringan pada tungkai badan.
i.        Halusinasi
j.        Mudah terpengaruh
k.      Merasa curiga tetapi tidak menimbulkan rasa takut,
l.        Merasa penampilan dirinya lebih baik meskipun sebaliknya
m.    Adanya gangguan persepsi tentang waktu dan ruang seperti 1 menit dirasakan 5 menit, 5 meter dirasa 50 meter.

    1. Dampak fisik penyalah gunaan ganja adalah sebagai berikut:
a.       Radang paru-paru
b.      Iritasi dan pembengkakan saluran nafas
c.       Memperburuk aliran darah koroner dan menimbulkan serangan nyeri dada
d.      Menimbulkan penyakit kanker
e.       Menekan produksi leukosit sehingga menimbulkan penurunan daya Imun. Sehingga mudah terserang penyakit
f.       Menurunya kadar hormon pertumbuhan, pada laki-laki mengakibatkan pengurangan jumlah sel sperma yang dihasilkan, dan pada wanita mengakibatkan gangguan ketika menstruasi.

    1. Dampak psikis penggunaan ganja adalah sebagai berikut:
a.       Menurunya semangat
b.      Menurunya kemampuan berpikir, menurunya kemampuan membaca, berbicara dan berhitung
c.       Menurunya kemampuan bergaul dan bersosialisasi, gangguan jiwa  psikosis seperti skizofrenia, yaitu gangguan penilaian kenyataan dan pemahaman diri
d.      Menimbulkan ilusi, depresi, kebingungan dan keterasingan.
e.       Halusinasi
f.       Agresif
g.      Sindroma Amotivasional (tidak memiliki semangat juang)

  1. Kokain
    1. Kokain termasuk golongan stimulant yang secara fisik bekerja terhadap susunan saraf pusat, saraf tepi, dan  sistem jantung dan pembuluh darah
Tiga mekanisme kerja kokain di dalam tubuh manusia adalah sebagai berikut :
a.       Menghambat penyampaian rangsangan kepada susunan saraf tepi sehigga memberi dampak anastesi
b.      Langsung merangsang susunan pusat saraf
c.       Meningkatkan kadar katekolamin dalam otak sehingga menimbulkan dampak euphoria.

    1. Dampak fisik penggunaan kokain adalah sebagai berikut:
a.       Kesadaraan kabur
b.      Pernafasan tak teratur
c.       Gemetaran
d.      Pupil mata melebar
e.       Denyut nadi meningkat
f.       Tekanan darah meningkat
g.      Suhu badan naik

    1. Dampak psikis penyaalahgunaan kokain adalah sebagai berikut:
a.       Rasa gembira berlebihan
b.      Skizofrenia
c.       Meningkatkan rasa percarya diri
d.      Banyak bicara
e.       Berkurangnya rasa lelah
f.       Berkurangnya rasa kantuk
g.      Halusinasi pengelihatan dan pendengaran
h.      Rasa curiga yang berlebihan
i.        Rasa cemas dan ketakutan
    1. Dampak penggunaan kokain dalam jangka waktu yang cukup lama adalah sebagai berikut:
a.       Menyebabkan berat badan menurun
b.      Anemi
c.       Pernafasan berhenti
d.      Kematian

d.      Amphetamine.
1.       Dampak fisik penyalahgunaan amphetamin adalah sebagai berikut
a.       Euphoria
b.      Meningkatnya rasa percaya diri
c.       Rasa penampilan diri lebih baik
d.      Meningkatnya daya konsentrasi pikiran
e.       Tidak cepat lelah
f.       Banyak bicara
g.      Hidung tersumbat
h.      Nafas lebih cepat
i.        Tekanan darah naik
j.        Jantung berdebar dan detak jantung tak teratur
k.      Sakit kepala

2.       Dampak Psikis penggunaan amfetamin adalah sebagai berikut:
a.       Mengurangi berat badan
b.      Menghilangkan rasa kantuk
c.       Meningkatkan stamina dan prestasi kekuatan fisik
d.      Mengobati depresi ringan, penyakit Parkinson, skizofrenia.
3.       Bila digunakan secara terus menerus maka amfetamin akan menimbulkan dampak sebagai berikut:
a.       Gejala putus obat
b.      Gejala apatis, rasa letih
c.       Nyeri seluruh badan
d.      Hipersomnia
e.       Banyak mimpi
4.      Gejala keracunan amphetamine adalah sebagai berikut:
a.       Muka merah kemudian pucat
b.      Demam
c.       Mual dan muntah
d.      Sesak nafas
e.       Mudah tersinggung
f.       Gelisah
g.      Gemetar
h.      Kesadaran kabur
i.        Kejang-kejang
j.        Hiperaktif
k.      Psikosis
l.        Pingsan
m.    Mati
e.       Sedatif-hipnotik
1.      Sedatif-hipnotik memiliki khasiat sebagai penenang dan membuat tidur.
2.      Dampak penggunaan sedatif-hipnotik adalah sebagai berikut:
a.       Menekan pernafasan
b.      Menimbulkan gangguan pembuluh darah dan jantung
c.       Pingsan
d.      Kematian
3.      Dampak keracunan sedatif-hipnotik adalah sebagai berikut:
a.       Nafas pendek, denyut nadi cepat, tetapi lemah
b.      Tekanan darah menurun, berkeringat
c.       Gerakan lambat
d.      Bicara pelo, jalan sempoyongan
e.       Daya ingat terganggu
f.       Penilaian terhadap kenyataan kacau , gangguan konsentrasi
g.      Emosi labil
h.      Paranoid
i.        Cenderung bunuh diri.



f.       Halusinogen
Dampak penggunaan LSD, Meskalin, dan Psilosibin adalah  sebagai berikut:
1.      Pusing
2.      Badan lemas
3.      Mengantuk
4.      Tegang
5.      Ketawa-ketawa dan berteriak
6.      Ilusi pandangan perubahan persepsi dan pandangan
7.      Perubahan persepsi.
8.      Perasaan takut
9.      Rasa kawatir berlebihan

g.     Inhalansia
Dampak penyalahgunaan Inhalansia dalam jumlah sedang dan dalam jangka waktu pendek adalah:
1.      Pandangan terganggu
2.      Kemampuan mempertimbangkan baik buruk berkurang
3.      Refleks lambat
4.      Kematian mendadak tanpa ada tanda-tanda sebelumnya

h.      Bahan/Zat adiktif lainya.
1.      Minuman Beralkohol dapat menimbulkan dampak sebagai berikut:
a.       Menimbulkan gangguan fungsi hati
b.      Menimbulkan perubahan pada struktur dan fungsi pangkreas
c.       Menimbulkan gangguan fungsi/kerusakan saluran pencernaan
d.      Menimbulkan kelemahan otot
e.       Merusak sum-sum tulang belakang
f.       Menimbulkan gangguan fungsi endokrin
g.            Detak jantung bertambah
h.      Resiko kangker
i.        Menyababkan gangguan koordinasi motorik dan mabuk

2.       Kafein, dapat menyebabkan dampak sebagai berikut:
a.       Meningkatkan gairah dan kesiagaan
b.            Menahan kantuk
c.             Menimbulkan kecemasan
d.            Meningkatkan tekanan darah
e.             Meningkatnya jumlah air seni
f.             Menimbulkan iritasi lambung
g.            Menimbulkan ketergaantungan fisik dan psikis

3.      Nikotin dapat menimbulkan dampak sebagai berikut:
a.       Air liur bertambah
b.    Mual dan sakit perut
c.       Muntah
d.        Diare
e.         Sakit kepala
f.         Berkeringat dingin
g.        Gangguan konsentrasi
h.        Kesadaran kabur
i.          Denyut nadi cepat

4.      Tembakau, dapat mengakibatkan dampak sebagai berikut:
a.       Iritasi saluran nafas
b.      Menghambat kontraksi otot lambung, sehingga menurunkan nafsu makan.
c.       Vasokontriksi pembuluh darah
d.      Menyebabkan penyakit jantung koroner
e.       Menyebabkan emphysema dan kangker paru.
v  Dampak Penyalahgunaan Narkoba pada umumnya
  1. Gangguan kesehatan fisik
    1. Kerusakan organ vital, termasuk otak jantung, paru-paru, hati, ginjal, dan organ reproduksi.
    2. Keracunan dengan berbagai tanda dan gejala, seperti mual, muntah, pusing, kejang, jantung berdebar, takikardi, bradikardi, dsb.
    3. Kerusakan sel otak, tidak dapat dipulihkan sedia kalanya.
    4. Gejala putus obat, sakauw.

  1. Gangguan kesehatan psikis
Selain mengakibatkan gangguan fisik, keracunan dan gejala putus obat narkoba juga mengakibatkan gangguan psikis, Antara  lain perasaan gelisah, cemas, takut, curiga dan waspada yang berlebihan, paranoid, panik, disorientasi, halusinasi, waham, bingung, fotofobia, gangguan kesadaran, gangguan daya ingat, kognitif, afektif, persepsi, dan prilaku.


D.  Mengapa orang menyalahgunakan Narkoba

Perbuatan menyalahgunakan narkoba bukan merupakan faktor tunggal , melainkan oleh kombinasi beberapa faktor baik faktor diri, kepribadian dan faktor lingkungan.

1.       Faktor diri, Biologis dan Kepribadian pelaku.
a.       Keimanan dan ketakwaan yang lemah
b.       Kepribadian yang lemah
c.       Mengalami ketegangan jiwa dan berusaha untuk lari dari kenyataan hidup
d.      Mengalami kelelahan dan menurunya semangat belajar dan bekerja
e.       Dorongan untuk meningkatkan semangat dan megejar prestasi kerja atau olahraga.
f.        Menderita kecemasan dan rasa keterasingan
g.       Mengidap  kecanduan merokok atau minum minuman keras
h.       Keinginan untuk diterima di dalam lingkungan tertentu
i.         Dorongan ingin tahu dan ingin mencoba
j.         Upaya untuk menurunkan berat badan atau kegemukan
k.       Merasa tidak mendapat perhatian, tidak diterima dan disayangi
l.         Ketidak mampuan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan.
m.     Ketidak tahuan tentang dampak dan bahaya yang di timbulkan oleh bahaya penyalahgunaan narkoba. Dan lain-lain.

2.       Faktor dari narkoba itu sendiri
a.       Sifat atau khasiat dari narkoba yang dapat menimbulkan ketagihan
b.       Ketersediaan dan ketergantungan narkoba.

3.       Faktor lingkungan
a.       Rumah tangga / keluarga orang tua yang bersangkutan tergolong keluarga pecah atau keluarga bermasalah.
b.       Salah satu dari anggota keluarga atau orang terdekat menjadi salah seorang pemakai narkoba.
c.       Lingkungan pergaulan atau komunitas yang salah satu atau semua anggotanya menjadi pengguna.
d.      Orang tua yang otoriter
e.       Kemiskinan.
f.        Kehidupan perkotaan yang hiruk pikuk
g.       Gaya hidup yang matrialistis, konsumtif dan hedonis
h.       Lingkungan masyarakat dimana ada pengedar.

4.      Faktor penyebab penyalahgunaan narkoba juga dapat digolongkan sebagai berikut:
a.       Faktor predisposisi, misalya gangguan kepribadian, kepribadian lemah, dorongan ingin tau yang kuat, dsb.
b.       Faktor pemudah, misalnya berkenalan atau berhubungan dengan pelaku penyalahgunaan atau pengedar gelap narkoba.
c.       Faktor penguat, misalnya lingkungan keluarga yang permisif.

5.      Beberapa Teori tentang penyebab penyalahgunaan narkoba.
a.       Teori Biologis
Teori biologi mengemukakan bahwa dalam jaringan tubuh manusia terutama otak, terdapat apa yang di sebut dengan penerima opiate dan endogenus opiod like peptide, atau opiod peptide yang sifat dan khasiatnya mirip dengan morphin. Reseptor opiat terdapat pada hipotalamus dan system limbic, bagian otak yang berkaitan dengan emosi dan prilaku.

Ada 4 jenis reseptor opiate, yaitu  mu-receptor yang berkaitan dengan fungsi analgetik, gamma-receptor, yang berhubungan dengan perilaku., kappa-receptor yang berhubungan dengan dampak sedasi, delta-receptor yang berhubungan dengan dampak psikotomimetik.

b.      Teori Psikologis
Teori psikologi pengembangan melihat bahwa masa remaja merupakan masa yang paling rentan terhadap penyalahgunaan narkoba.

c.       Teori Psikoanalisis.
Teori ini mengemukakan bahwa penyalahgunaan narkoba merupakan pengganti mansturbasi, atau pemuasan seksual (freud, 1837) Tausk and Clark (1919) menemukan kecendrungan homoseksual.

d.      Teori Prilaku
Teori prilaku menyatakan bahwa ketergantungan narkoba terjadi karena Spembiasaan atau pengkondisian oleh 4 faktor penguat
1.      Penguat utama, yaitu perasaan subjektif yang menyenangkan dari pengguna narkoba.
2.      Penguat negatif, yaitu rasa sakit dan tidak nyaman karena tidak menggunakan narkoba.
3.      Penguat sekunder, yaitu perubahan prilaku akibat penggunaan narkoba, ex. Merasa lebih percaya diri.
4.      Penguat negatif sekunder, yaitu gejala mirip sindrom putus narkoba, bila yang bersangkutan melihat barang yang berhubungan dengan narkoba. Ex. Jarum suntik.

e.       Teori Psikiatri.
Hasil penelitian psikiatri terhadap para remaja yng menderita gangguan penyalahgunaan narkoba, menunjukan adanya gangguan psikiatrik yaitu sebagai berikut: 19% tergolong skizofrenia, 25% tergolong skizofrenia laten, 25% tergolong pseudo psikopat, 19% tergolong dengan karakteristik oral, dan 12% berkepribadian tidak memadai menengarai adanya gangguan psikiatrik.
Kebanyakan orang yang mengalami ketergantungan narkoba mengalami gangguan kepribadian (winnick, 1991) kalangan psikiater berpendapat bahwa orang dengan gangguan kepribadian mudah menjadi penyalahguna narkoba. Di Indonesia 75% dari pasien yang mengalami penyalahgunaan narkoba mengalami gangguan kepribadian (kusmayanto, 1985)  

f.       Teori sosiologi
Teori ini mengemukakan adanya keterkaitan antara kenakalan remaja dengan karakteristik sosial masyaraktanya, khususnya karakteristik sosial masyarakat miskin di daerah kumuh perkotaan (shaw dan Mc Key, 1942)


Ketergantungan narkoba merupakan lanjutan dari perbuatan anti-sosial dan destruktif, mengelak tanggung jawab dan kedewasaan.(parsons, 1974)

6.       Manifestasi Klinis
Pada dasarnya terdapat dua konsep ketergantungan zat yakni ketergantungan prilaku, dan ketergantungan fisik. Ketergantungan prilaku diperlihatkan dengan aktivitas mencari zat. Ketergantungan fisik diperlihatkan dari efek fisik dari episode multiple penggunaan zat.

E.           Penatalaksanaan
            Penatalaksanaan pengobatan untuk penyalahgunaan zat bervariasi menurut zat, pola penyalahgunaan, tersedianya sistem pendukung dari ciri individual pasien Tujuan utama pengobatan adalah abstinensi zat serta mencapai kesehatan fisik, psikiatrik dan psikososial.

            Pendekatan pengobatan awal dapat dilakukan dengan rawat inap atau rawat jalan. Pengobatan rawat inap di indikasikan pada adanya gejala medis atau psikiatrik yang parah, suatu riwayat gagalnya pengobatan rawat jalan, tidak adanya dukungan psikososial atau riwayat penggunaan zat yang parah atau berlangsung lama. Pada beberapa kasus penggunaan obat psikotropikm mungkin di indikasikan untuk menghalangi pasien menggunakan zat yang disalahgunakan./ untuk menurunkan efek putus zat atau untuk mengobati suatu perkiraan psikiatrik dasar.







BAB III

PENUTUP


Bahan informasi dan pengetahuan tentang bebagai jenis narkoba, khasiat dan dampaknya serta mengapa orang melakukan penyalahgunaan narkoba, informasi dan pengetahuan tentang bahaya narkoba dan berbagai hal yang terkait denganya adalah penting, tetapi di atas adalah kesadaran, kemauan keras serta tekad anda sendiri, untuk menghindarkan atau meninggalkan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Untuk menghindarkan beban ekonomi, serta penderitaan berkepanjangan bagi anda dan orang-orang yang mencintai anda. Say No To Drugs






















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar