perawatan luka modern

selamat datang diblog trio hardin saputra dinata dan nikmatilah hasilnya.

Rabu, 17 Agustus 2011

SATUAN ACARA PENYULUHAN Hipertensi pada lansia


SATUAN ACARA PENYULUHAN
Judul penyuluhan        : Hipertensi pada lansia
Hari/tanggal                :             ,   Agustus  2011
Pokok bahasan            :  1.   Peningkatan pemahaman terhadap hipertensi
2.      Tanda dan gejala Hipertensi
3.      Cara pencegahan  agar  tidak terjadi hipertensi
4.      Menjelaskan mana makanan yang boleh d konsumsi untuk mencegah penyakit hipertensi dan mana yang tidak
Sasaran                        : Lansia
Waktu                         : Pukul 09.00 – 10.00

I.       Tujuan Umum
Setelah diberikan penyuluhan diharapkan lansia dapat memahami arti dari hipertensi, tanda dan gejala hipertensi, cara pencegahan agar tidak terjadi  hipertensi, dan Menjelaskan mana makanan yang boleh di konsumsi untuk mencegah penyakit hipertensi dan mana yang tidak.

II.    Tujuan Khusus
Setelah diberikan penyuluhan diharapakan pasien dan keluarga dapat :
1.      Menyebutkan arti dari hipertensi.
2.      Menyebutkan tanda dan gejala
3.      Mengidentifikasi cara mencegah hipertensi
III. Materi
Materi penyuluhan terlampir :
1.      Peningkatan pemahaman terhadap hipertensi
2.       Tanda dan gejala Hipertensi
3.      Cara pencegahan  agar  tidak terjadi hipertensi
IV. Metoda
Ceramah dan tanya jawab

V.    Media
Leaflet




KEGIATAN PENYULUHAN


WAKTU
KEGIATAN PENYULUH
KEGIATAN PESERTA
1.
3 menit
Pembukaan :
·         Membuka kegiatan dengan mengucapkan salam.
·         Memperkenalkan diri
·         Menjelaskan tujuan dari penyuluhan
·         Menyebutkan materi yang akan diberikan

·        Menjawab salam

·        Mendengarkan
·        Memperhatikan

·        Memperhatikan
2.
15 menit
Pelaksanaan :
·         Menjelaskan tentang pengertian penyakit hipertensi
·         Menjelaskan tentang hal-hal baik penyebab, tanda-tanda dan gejala  penyakit hipertensi
·         Memberi kesempatan kepada peserta untuk bertanya
·         Menjelaskan hal-hal yang berhubungan dengan pencegahan terjadinya hipertensi dan pada saja respon sakit
·         Memberi kesempatan kepada peserta untuk bertanya

·         Memperhatikan

·         Memperhatikan


·         Bertanya dan menjawab pertanyaan yang diajukan
·         Memperhatikan


·         Bertanya dan menjawab pertanyaan yang diajukan
3.
10 menit
Evaluasi :
·         Menanyakan kepada peserta tentang materi yang telah diberikan, dan reinforcement kepada ibu yang dapat menjawab pertanyaan.

·         Menjawab pertanyaan
4.
2 menit
Terminasi :
·         Mengucapkan terimakasih atas peran serta peserta.
·         Mengucapkan salam penutup

·         Mendengarkan

·         Menjawab salam


Lampiran
MATERI PENYULUHAN

I.       Definisi Hipertensi
      Hypertensi atau tekanan darah tinggi adalah suatu gangguan pada sistem peredaran darah yang sering terjadi pada usia setengah umur atau lebih di mana terjadi peningkatan dari tekanan sistolik di atas standard dihubungkan dengan usia dan merupakan penyebab utama jantung koroner, cidera cerebro vaskuler.
Menurut Departemen Kesehatan RI (1990) Hypertensi didefinisikan sebagai suatu peninggian yang menetap daripada tekanan darah sistolik di atas 140 mmHg dan tekanan diastolik di atas 90 mmHg. Peninggian tekanan darah yang terus menerus yang merupakan gejala klinis karena hal tersebut dapat menunjukkan keadaan seperti hypertensi heart disease arteriole nefrosclerosis.
a.    Rendah                          :    90/60 mmHg
b.   Normal                           :    90/60  mmHg  -  140/90 mmHg
c.    Hypertensi perbatasan   :    TD sistolik normal kadang-kadang 90 – 100 mmHg
d.   Hypertensi ringan          :    tekanan darah diastolik 90 – 100 mmHg
e.    Hypertensi  sedang        :    tekanan darah diastolik  105 – 114 mmHg
f.     Hypertensi berat            : tekanan darah diastolik lebih dari 115 mmHg, Kadang-kadang disertai kelainan jantung atau otak.
g.    Hypertensi maligna        :    tekanan darah diastolik lebih dari 120 mmHg disertai dengan gangguan fungsi target organ.
h.   Hypertensi sistolik         :    tekanan darah sistolik lebih dari 160 mmHg.

II.    Tanda dan Gejala Hypertensi
a.            Kepala terasa pusing
b.           Rasa berkunang-kunang
c.            Rasa pegal di bahu dan perasaan panas  / gelisah
d.           Kurang tidur
e.            Gangguan penglihatan
f.            Anoreksia

III. Cara Mencegah Hypertensi
Pencegahan penyakit hypertensi ada 2, yaitu:
a.         Pencegahan Primer.
Ø  Mengatur diet agar berat badan tetap ideal, juga untuk menjaga agar tidak terjadi hypertensi kolesterolemia, DM, dsb.
Ø  Dilarang merokok.
Ø  Mengubah kebiasaan makan sehari-hari dan mengkonsumsi rendah garam.
Ø  Melakukan exercise untuk mengendalikan dari perasaan well being.
b.        Pencegahan Lain
Ø  Menurunkan berat badan pada penderita gemuk.
Ø  Diet rendah garam dan diet lunak.
Ø  Mengubah kebiasaan hidup.
Ø  Olahraga secara teratur.
Ø  Kontrol tekanan darah secara teratur.
Ø  Obat-obatan anti hypertensi.

IV. Tabel Jenis Makanan yang boleh dan yang tidak boleh diberikan.
Golongan
Bahan
makanan
Makanan yang boleh
diberikan
Makanan yang tidak
Boleh diberikan
Sumber
Hidrat
arang




Sumber
Protein
hewani






I.          Sumber

Protein

II.       Nabati



III.    Sayuran






IV.    Buah-buahan



V.       Lemak



VI.    Bumbu-bumbu






VII. Minuman

Beras, bulgur, kentang, singkong, terigu, tapioka, hunkwe, gula, makanan yang diolah dari bahan makanan tersebut di atas tanpa garam dapur dan soda seperti: makaroni, mi, bihun, roti, biskuit, kue-kue kering, dan sebagainya.
Daging dan ikan maksimum 100 gr sehari; telur maksimum 1 btr sehari; susu maksimum 200 gr sehari





Semua kacang-kacangan dan hasilnya yang diolah dan dimasak tanpa garam.


Semua sayuran segar, sayuran yang diawet tanpa garam dapur, natrium benzoas dan soda



Semua buah-buahan segar; buah-buahan yang diawet tanpa garam dapur, natrium benzoat dan soda.

Minyak, margarin tanpa garam, mentega tanpa garam.

Semua bumbu-bumbu segar dan kering yang tidak mengandung garam dapur dan lain ikatan natrium.
Teh, kopi, minuman botol ringan.
Roti, biskuit, dan kue-kue yang dimasak dengan garam dapur dan atau soda.




Otak, ginjal, lidah, sardin, keju, daging, ikan dan telur yang diawet dengan garam dapur seperti: daging asap, ham, bacon, dendeng, abon, ikan asin, ikan kaleng, kornet, ebi, udang kering, telur asin, telur pindang, dan sebagainya.

Keju, kacang tanah dan semua kacang-kacangan dan hasilnya yang dimasak dengan garam dapur dan lain ikatan natrium.

Sayuran yang diawet dengan garam dapur dan lain ikatan natrium, seperti: sayuran dalam kaleng, sawi asin, asinan, acar, dsbnya

Buah-buahan yang diawet dengan garam dapur dan lain ikatan natrium.

Margarin dan mentega biasa.


Garam dapur, baking powder, soda kue, vetsin, dan bumbu-bumbu yang mengandung garam dapur seperti: kecap, terasi, magi, tomato kecap, petis, tauco.

Coklat.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar