perawatan luka modern

selamat datang diblog trio hardin saputra dinata dan nikmatilah hasilnya.
Tampilkan postingan dengan label askep anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label askep anak. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 Februari 2012

TRAUMA ABDOMEN


TRAUMA ABDOMEN

Insiden trauma abdomen meningkat dari tahun ke tahun. Mortalitas biasanya lebih tinggi pada trauma tumpul abdomen dari pada trauma tusuk. Walaupun tehnik diagnostik baru sudah  banyak dipakai, misalnya Computed Tomografi, namun trauma tumpul abdomen masih merupakan tantangan bagi ahli klinik.
Diagnosa dini diperlukan untuk pengelolaan secara optimal. Evaluasi awal sangat bermanfaat tetapi terkadang cukup sulit karena adanya jejas yang tidak jelas pada area lain yang terkait.

PATOFISIOLOGI
Jejas pada abdomen dapat disebabkan oleh trauma tumpul atau trauma tajam. Pada trauma tumpul dengan velisitas rendah  (misalnya akibat tinju) biasanya menimbulkan kerusakan satu organ. Sedangkan trauma tumpul velositas tinggi sering menimbulkan kerusakan organ multipel, seperti organ padat ( hepar, lien, ginjal ) dari pada organ-organ berongga. (Sorensen, 1987)

Yang mungkin terjadi pada trauma abdomen adalah :

Perforasi
Gejala perangsangan peritonium yang terjadi dapat disebabkan oleh zat kimia atau mikroorganisme. Bila perforasi terjadi dibagian atas, misalnya lambung, maka terjadi perangsangan oleh zat kimia segera sesudah trauma dan timbul gejala peritonitis hebat.
Bila perforasi terjadi di bagian bawah seperti kolon, mula-mula timbul gejala karena mikroorganisme membutuhkan waktu untuk berkembang biak. Baru setelah 24 jam timbul gejala-gejala akut abdomen karena perangsangan peritoneum.
Mengingat kolon tempat bakteri dan hasil akhirnya adalah faeses, maka jika kolon terluka dan mengalami perforasi perlu segera dilakukan pembedahan. Jika tidak segera dilakukan pembedahan, peritonium akan terkontaminasi oleh bakteri dan faeses. Hal ini dapat menimbulkan peritonitis yang berakibat lebih berat.

Perdarahan
Setiap trauma abdomen (trauma tumpul, trauma tajam, dan tembak) dapat menimbulkan perdarahan. Yang paling banyak terkena robekan pada trauma adalah alat-alat parenkim, mesenterium, dan ligamenta; sedangkan alat-alat traktus digestivus pada trauma tumpul biasanya terhindar. Diagnostik perdarahan pada trauma tumpul lebih sulit dibandingkan dengan trauma tajam, lebih-lebih pada taraf permulaan. Penting sekali untuk menentukan secepatnya, apakah ada perdarahan dan tindakan segera harus dilakukan untuk menghentikan perdarahan tersebut.
Sebagai contoh adalah trauma tumpul yang menimbulkan perdarahan dari limpa. Dalam taraf pertama darah akan berkumpul dalam sakus lienalis, sehingga tanda-tanda umum perangsangan peritoneal belum ada sama sekali. Dalam hal ini sebagai pedoman untuk menentukan limpa robek (ruptur lienalis) adalah :
·         Adanya bekas (jejas) trauma di daerah limpa
·         Gerakkan pernapasan di daerah epigastrium kiri berkurang
·         Nyeri tekan yang hebat di ruang interkostalis 9 - 10 garis aksiler depan kiri.

DIAGNOSTIK
Riwayat
Dapatkan keterangan mengenai perlukaannya, bila mungkin dari penderitanya sendiri, orang sekitar korban, pembawa ambulans, polisi, atau saksi-saksi lainnya, sesegera mungkin, bersamaan dengan usaha resusitasi.


Penemuan
Trauma tumpul pada abdomen secara tipikal menimbulkan rasa nyeri tekan, dan rigiditas otot, pada daerah terjadinya rembesan darah atau isi perut. Tanda-tanda ini dapat belum timbul hingga 12 jam atau lebih pasca trauma, sehingga kadanga-kadang diperlukan pengamatan yang terus-menerus yang lebih lama. Nyeri yang berasal dari otot dan tulang, mungkin malah tak terdapat tanda-tanda objektif yang dapat menunjukan perlukaan viseral yang luas. Fraktur pada iga bagian bawah sering kali menyertai perlukaan pada hati dan limpa. Pemeriksaan rektum secaga digital, dapat menimbulkan adanya darah pada feses

Test Laboratorium
Secara rutin, diperiksa hematokrit, hitung jenis leukosit, dan urinalisis, sedangkan test lainnya dilakukan bila diperlukan. Nilai-nilai amilase urine, dan serum dapat membantu untuk menentukan adanya perlukaan pankreas atau perforasi usus.

Foto Sinar X
·         Film polos abdomen dapat menunjukkan adanya udara bebas intraperitoneal, obliterasi bayangan psoas, dan penemuan-penemuan lainnya yang pada umunya tak khas. Fraktur prosesus transversalis  menunjukan adanya trauma hebat, dan harus mengingatkan kita pada kemungkinan adanya perlukaan viseral yang hebat.
·         Film dada dapat menunjukkan adanya fraktur iga, hematotorak, pnemotorak, atau lainnya yang berhubungan dengan perlukaan thorak
·         Penderita dengan tauma tumpul sering memerlukan foto thorak sinar X tengkorak, pelvis, dan anggota gerak lainnya.
·         Studi kontras pada saluran kemih diperlukan bila terdapat hematuria.
·         Foto sinar X dengan kontras pada saluran pencernaan atas dan bawah, diperlukan pada kasus tertentu.
·         C.T Scan abdomen sangat membantu pada beberapa kasus, tetapi  inibelim banyak dilakukan.
·         Angiografi dapat memecahkan teka-teki tantang perlukaan pada limpa, hati, dan pakreas. Pada kenyataanya, angiografi abdominal jarang dilakukan.

Test Khusus
Lavase peritoneal berguna untuk mengetahui adanya perdarahan intraabdomen pada suatu trauma tumpul, bila dengan pemeriksaan fisik dan radilogik, diagnosa masih diragukan. Test ini tak boleh dilakukan pada penderita yang tak kooperatif, melawan dan yang memerlukan operasi abdomen segera. Kandung kemih harus dikosongkan terlebih dahulu. Posisi panderita terlentang, kulit bagian bawah disiapkan dengan jodium tingtur dan infiltrasi anestesi lokal di garis tengah, diantara umbilikus dan pubis. Kemudian dibuat insisi kecil, kateter dialisa peritoneal dimasukkan ke dalam rongga peritoneal. Ini dapat dibantu/dipermudah oleh otot-otot 
abdomen penderta sendiri, dengan jalan meikan kepala penderita. Kateter ini harus dipegang dengan kedua tangan, untuk mencegah tercebur secara acak ke dalam rongga abdomen.
Tehnik yang lebih aman adalah dengan  membuat insisi sepanjang 1 cm pada fasia, dan kateter di masukkan ke dalam rongga peritoneal dengan pengamatan secara langsung. Pisau ditarik dan  kateter dimasukkan secara hati-hati ke pelvis ke arah rongga sakrum. Adanya aliran darah secara spontan pada kateter menandakan adanya perdarahan secara positif. Tetapi ini jarang terjadi. Masukan 1000 cc larutan garam fisiologis ke dalam rongga peritoneal (jangan larutan dextrose), biarkan cairan ini turun sesuai dengan gaya grvitasi. Adanya perdarahan intraabdominal ditandai dengan warna merah seperti anggur atau  adanya hematokrit 1% atau lebih pada cairan tersebut (cairan itu keluar kembali). Bila cairan tetap, bening atau hanya sedikit berubah merah tandanya negatif.

PENATALAKSANAAN
1.      Segera dilakukan operasi untuk menghentikan perdarahan secepatnya. Jika penderita dalam keadaan syok tidak boleh dilakukan tindakan selain pemberantasan syok (operasi)
2.      Pemberian antibiotika IV pada penderita trauma tembus atau pada trauma tumpul bila ada persangkaan perlukaan intestinal.
3.      Luka tembus merupakan indikasi dilakukannya tindakan laparatomi eksplorasi bila ternyata peritonium robek. Luka karena benda tajam yang dangkal hendaknya diekplorasi dengan memakai anestesi lokal, bila rektus posterior tidak sobek, maka tidak diperlukan laparatomi.
4.      Penderita dengan trauma tumpul yang terkesan adanya perdarahan hebat yang meragukan kestabilan sirkulasi atau ada tanda-tanda perlukaan abdomen lainnya memerlukan pembedahan.
5.      Laparatomi
·         Prioritas utama adalah menghentikan perdarahan yang berlangsung. Gumpalan kassa dapat menghentikan perdarahan yang berasal dari daerah tertentu, tetapi yang lebih penting adalah menemukan sumber perdarahan itu sendiri
·         Kontaminasi lebih lanjut oleh isi usus harus dicegah dengan mengisolasikan bagian usus yang terperforasi tadi dengan mengklem segera mungkin setelah perdarahan teratasi.
·         Melalui ekplorasi yang seksama amati dan teliti seluruh alat-alat di dalamnya. Korban trauma tembus memerlukan pengamatan khusus terhadap adanya kemungkinan perlukaan pada pankreas dan duodenum.
·         Hematoma retroperitoneal yang tidak meluas atau berpulsasi tidak boleh dibuka.
·         Perlukaan khusus perlu diterapi
·         Rongga peritoneal harus dicuci dengan larutan garam fisiologis sebelum ditutup
·         Kulit dan lemak subcutan dibiarkan terbuka bila ditemukan kontaminasi fekal, penutupan primer yang terlambat akan terjadi dalam waktu 4 - 5 hari kemudian.  


PENGKAJIAN
Pengkajian merupakan aspek penting pada trauma abdomen karena trauma ini membutuhkan tindakan segera. Hal-hal yang dikaji meliputi :  (Sorensen 1987)
1.      Kumpulkan riwayat tentang kejadian trauma.
2.      Kaji pasien terhadap tanda-tanda distensi abdomen lanjut. Adanya nyeri tekan, gerakan usus tak teratur, kaku otot., bunyi usus hilang, hipotensi dan syok.
3.      Auskultasi bunyi usus, tidak adanya bunyi usus merupakan tanda terlibatnya intraperitoneal. Bila terdapat tanda-tanda iritasi peritoneal biasanya dilakukan ekploprasi celiotomy.
4.      Catat semua keadaan fisik pasien seprti; pemeriksaan yang dilakukan.
5.      Amati adanya cedera dada yang sering merupakan penyerta


DIAGNOSA KEPERAWATAN
Masalah yang timbul pada trauma abdomen sering merupakan masalah medis yang perlu penanganan segera seperti perdarahan,syok hipovolemik, potensial infeksi, dan tetanus.
Diagnosa keperawatan muncul terutama setelah akibat prosedur pembedahan abdominal yang dilakukan. Menurut Sparks 1991 diagnosa keperawatan pada pasien laparatomi meliputi :
·         Potensial infeksi sehubungan dengan adanya luka operasi
·         Potensial injuri sehubungan dengan gangguan aktifitas
·         Nyeri sehubungan dengan adanya luka operasi
·         Potensial kerusakan integritas kulit stoma sehubungan dengan perembesan sekresi cairan dari drainage.
·         Gangguan body image sehubungan dengan adanya kolostomy (stoma)

RENCANA TINDAKAN
Tujuan yang ingin dicapai adalah mengurangi penyulit seperti;  perdarahan, mengenal tanda-tanda awal komplikasi dan mengatasi nyeri yang dialami pasien.

DAFTAR KEPUSTAKAAN
·         Theodore, R. Schrock, M.D, Ilmu Bedah, Penerbit Buku Kedokteran
·         Purnawan Junadi, et al , Kapita Selekta Kedokteran , edisi ke II , Media Aesculapius, FK-UI 1982.
·         Marylin Doenges, Nursing Care Plans,F.A Davis Company, Philadelpia, 1984 

SATUAN ACARA PENYULUHAN KESEHATAN MENTAL PADA ANAK SEKOLAH



SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok bahasan            : KESEHATAN MENTAL PADA ANAK SEKOLAH
Sub Pokok Bahasan    : MEMBENTUK KARAKTER ANAK SEJAK DINI
Hari / tgl                      :
Tempat                        :Aula STIKES MATARAM
Sasaran                        : Orang tua klien
Waktu                         : 35 menit

1.      Tujuan Instruksional Umum.
Setelah diberikan penjelasan selama 10 menit tentang bagaimana membentuk karakter anaksejak usi dini diharapkan orang tua memiliki pengetahuan tentang pentingnya kesehatan mental
     
2.      Tujuan Instruksional Khusus.
Setelah diberikan penjelasan selama 15 menit, orang tua diharapkan mampu :
  1. Mengetahui pentingnya karakter yang kuat demi masa depan anak.
  2. Menjelaskan apa itu karakter.
  3. Menjelaskan hal-hal apa saja yang bisa diajarkan kepada anak untuk membentuk karakter yang kuat pada anak.dan bagaimana orang tua seharusnya berperan.


3.      Materi.
  1. Pentingnya karakter demi masa depan
  2. Hal-hal apa saja yang bisa diajarkan kepada anak untuk membentuk karakter yang kuat pada anak.dan bagaimana orang tua seharusnya berperan.


4.   Metode     : Ceramah, Tanya jawab
5.   Media       :
-          Leaflet                  
6.   Proses Penyuluhan

No
Fase
Kegiatan penyuluhan
Kegiatan peserta
Waktu
1
Pre interaksi
1. Menyiapkan materi, satuan acara penyuluhan dan pembagian leaflet

5 menit
2
Interaksi
2. Mengucapkan salam pem-buka, memperkenalkan diri
3. Menentukan kontrak waktu dan materi dengan peserta penyuluhan
4. Menjelaskan tujuan dilakukannya penyuluhan
Memperhatikan


5 menit
3
Kerja
5. Menjelaskan materi tentang :
*      Pentingnya karakter demi masa depan
*      Hal-hal apa saja yang bisa diajarkan kepada anak untuk membentuk karakter yang kuat pada anak.dan bagaimana orang tua seharusnya berperan
4.   Memberi kesempatan audiens untuk mengajukan pertanyaan

5.   Menjawab pertanyaan

6.   Melemparkan pertanyaan (Evaluasi)


Memperhatikan








Bertanya


Memperhatikan

Menjawab
5 menit








5 menit


5 menit

5 menit
4
Terminasi
7.   Mengakhiri pertemuan dan mengucapkan terima kasih atas partisipasi audiens
8.      Memberikan salam
Mendengarkan


Menjawab salam
5 menit


7.  Evaluasi
Evaluasi Struktur :
1.      Kesiapan Materi
2.      Kesiapan SAP.
Evaluasi Proses
1.      Fase dilalui sesuai waktu yang direncanakan.
2.      Mendapat respon dari audiens berupa :
i.        Bertanya hal yang belum diketahui.
ii.      Menjawab pertanyaan penyuluh  dengan kriteria 75 % jawaban yang disebutkan benar.
3.   Suasana penyuluhan tertib.
Evaluasi Hasil
Orangtua (audiens) dapat :
1.      Pentingnya karakter demi masa depan
2.      Hal-hal apa saja yang bisa diajarkan kepada anak untuk membentuk karakter yang kuat pada anak.dan bagaimana orang tua seharusnya berperan.







LAMPIRAN
BAGAIMANA MEMBENTUK KARAKTER ANAK SEJAK DINI

Karakter (personality)merupakan suatu ciri khas dari masing-masing individu, karakter sangat berpengaruh dalam pola pikir, pengambilan keputusan, sikap dan tanggung jawab.
Karakter tak seutuhnya merupakan bawaan dari seseorang sejak lahir, karakter seseorang bisa dibentuk apabila kita, khususnya orang tua bisa berperan aktif dalam memberikan pendidikan, asuhan, rasa kasih sayang yang dapat merespon atau membangun karakter anak. Tentunya kita sebagai orang tua menginginkan kelak anak kita menjadi seorang yang sukses, karakter berperan penting dalam hal pencapaian sebuah cita-cita dari seorang anak dimasa depan. Tidak hanya bermodal intelektual, tapi secara mental dan secara sosial juga memiliki peranan yang sangat penting.

Berikut beberapa hal/cara yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk membangun sebuah karakter yang kuat pada anak.
1.      Ajarkan anak untuk mengenal tuhanya
Merupakan hal yang paling mendasar, ajarkan anak untuk mengenal siapa tuhanya, bagaimana cara berdoa,bagaimana cara beribadah kepada tuhanya. Semakin dini anda menanamkan pendidikan agama pada anak, maka semakin kuat tertanam pada dirinya tentang sebuah keyakinan kepada kepercayaanya. Anda bisa menstimulusnya dengan buku  cerita atau mengajaknya ke tempat ibadah, atau dengan pendidikan agama.
2.      Input yang baik bagi anak
Dalam masa perkembanganya anak belum memiliki dasar atau pola dalam berbuat, befikir dan bertingkah laku,sehingga informasi apapun yang diperoleh akan diserap tanpa adanya penyaringan terlebih dahulu, baik informasi dari media maupun lingkunganya, yang lebih-lebih sekarang memberikan informasi-informasi yang kurang baik untuk perkembangan mental anak, seperti aksi-aksi kekerasan, pornoaksi, pornografi dsb.sebagai orang tua merupakan tugas kita mengawasi input tersebut.
3.      Berikan contoh dengan perbuatan
Terdapat istilah ”mongkey see monkey do” untuk menggambarkan pola  prilaku anak, anak akan lebih percaya pada apa yang dilihatnya daripada apa yang dikatakan orang lain/orang tua. Oleh karena itu di sini pentingnya peran orang tua sebagai pemberi contoh yang baik, memberikan contoh dengan perbuatan.
4.      Ajarkan 3 (tiga) pengetahuan dasar dalam berkomunikasi.
3 ( tiga )prilaku dasar dalam berkomunikasi yakni, ajarkan dia berkata ”tolong” ketika memninta bantuan, yang kedua ajarkan kata terima kasih” setelah menerima bantuan dari orang lain dan yang ketiga ajarkan kata ”maaf” ketika ia berbuat salah pada orang lain. Apabila anak anda telah terbiasa dengan ketiga kata tersebut, dia akan memiliki rasa lebih menghargai orang lain.
5.      No pain no gain
Meberikan sesuatu dengan ”syarat”, bukan berarti kita menolak permintaan anak, melainkan mengajarkan anak untuk berusaha terlebih dahulu untuk mendapatkan sesuatu. Contohnya, ketika ia ingin mendapatkan hadiah pada saat ulang tahunya terlebih dahulu ia harus memiliki nilai yang bagus pada raport nya.












PENYAKIT JANTUNG PADA ANAK


PENYAKIT JANTUNG PADA ANAK
LATAR BELAKANG
§ Anak/bayi bukan miniatur orang dewasa
§ Keadaan kedaruratan cenderung meningkat
§ Setiap soal dapat dijumpai
§ Perlu pengenalan diri
§ Perlu penatalaksanaan adekuat
§ Perlu landasan teori yang memadai
POKOK MASALAH
§  Penyebab sulit dikendalikan terutama yang bawaan sehingga usulan-usulan pencegahan masih minimal
§  Derajat kelainan anatomi/fungsi jantung sangat bervariasi, sering tidak jelas atau mirip gejala penyakit lain.
§  Kesibukan ortu/ketidaktahuan pengasuh/guru.
§  Proses penyakit berjalan terusà tiba pada stadium lanjut oleh gejala yang akut atau mengejutkan
§  Sering baru diketahui pada masa sekolah sudah oleh kegawatan jantung
§  Tata laksana:
-          Stadium Awal: Hasil memuaskan, walaupun sering perlu biaya yang sangat besar, sarana lengkap seperti dokter ahli yang kompak.
-          Stadium Akhir: Hasil sering tidak memuaskan, biaya lebih banyak, bahkan sudah inoperable.
§  Kegawatan jantung sering muncul pada usia sekolah. Gejala dini sebelum kegawatan harus sudah dikenal.


MACAM PENYAKIT JANTUNG PADA ANAK
Penyakit Jantung Bawaan
ü 80% dari semua kasus
ü ± kelainan anatomi/fungsi jantung janin sejak dalam kandungan .
ü Macamnya banyak
ü Gejala bervariasi dari ringan-berat
ü Dibedakan 2 macam :
1.         Penyakit jantung bawaan Cyanosis.
-          kelainan lebih berat
-          timbul biru pada bibir, kuku dan kelopak mata.
2.         Penyakit jantung bawaan Non Cyanosis.

Penyakit Jantung Bawaan
 


Faktor
 


Lingkungan                                                                                                Genetik

Penyakit ibu          : Rubella, DM, HT
Paparan                 : Sinar X, bahan keratogenik
Kebiasaan              : Perokok, alkohol
Usia                       : < 18 tahun dan > 32 tahun
Jumlah anak          : > 3


Gejala dini tergantung beberapa faktor:
-          Derajat cacat anatomis jantung
-          Macamnya
-          Usia, makin dini makin sulit deteksinya.
-          Perhatian dan kepedulian ortu

Mengapa harus kenal gejala dini?
-          Periksakan cepat
-          Pertolongan adekuat
-          Cegah penyulit lebih lanjut
-          Optimalisasi proses tumbuh kembang
Gejala pada bayi:
-          BB naik
-          BB meningkat terlalu cepat
-          Nafas cepat
-          Nadi cepat
-          Rewel oleh sebab tidak jelas
-          Biru bila menangis
Arteri dorsalis pedis pada bayi  +  à tidak jelas, bila jelas hati-hati ada kelainan arteri.
Pada anak:
v mual, nafsu makan menurun
v mudah lelah, sesak nafas, biru
v sering pusing
v batuk lama, berulang
v gangguan proses tumbuh kembang
v dada menonjol, tidak simetris, nafas cepat
v sembab tungkai
infeksi tenggorokan (Terutama oleh streptokokus)
 

Ganas                                                                              Difteri
 

Demam berdarah                         Penyakit jantung                              Kurang darah
Yang didapat
Tekanan darah Tinggi                                                                         Gangguan gizi
 

GG. keseimbangan                                              Obesitas Air/mineral

Obat-obat (terutama bronkhodilator)
Pemeriksaan Dasar:
Pemeriksaan rutin bila dijumpai kecurigaan adanya penyakit jantung pada keluhan utama.
Anamnesa dan pemeriksaan fisik:
ü  EKG
ü  Foto polos dada
ü  Lab sederhana: anemia, infeksi, polisitemia, dan kedaruratan (AGD, elektrolit, gula darah).
Pemeriksaan Lanjutan:
-          Atas indikasi (konfirmasi, intervensi, evaluasi)
-          Echo, kateterisasi
Angiografi, intervensi, elektrofisiologi (aseptostomy, valvuloplasty, “ocluder defice” & stent).
-          Sebaiknya konsultasi/dikerjakan oleh SpA(K) kardiologi.