perawatan luka modern

selamat datang diblog trio hardin saputra dinata dan nikmatilah hasilnya.

Rabu, 17 Agustus 2011

PERKEMBANGAN ANAK USIA PRA SEKOLAH


PERKEMBANGAN ANAK USIA PRA SEKOLAH
A.      Pengertian Perkembangan
Perkembangan (development) adalah bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan, sebagai hasil dari proses pematangan. Disini menyangkut adanya proses diferensiasi dari sel-sel tubuh, jaringan tubuh, organ-organ dan sistem organ yang berkembang sedemikian rupa sehingga masing-masing dapat memenuhi fungsinya. Termasuk juga perkembangan emosi, intelektual dan tingkah laku sebagai hasil interaksi dengan lingkungannya (Soetjiningsih, 1998).
Periode penting dalam tumbuh kembang anak adalah masa balita. Karena pada masa ini pertumbuhan dasar yang akan mempengaruhi dan menentukan perkembangan anak selanjutnya. Pada masa ini perkembangan kemampuan berbahasa, kreativitas, kesadaran sosial, kesadaran emosional dan inteligensia berjalan sangat cepat. Perkembangan psiko-sosial sangat dipengaruhi lingkungan dan interaksi antara anak dengan orang tuanya. Perkembangan anak akan optimal bila interaksi sosial diusahakan sesuai dengan kebutuhan anak pada berbagai tahap perkembangan.
Perkembangan adalah perubahan psikologis sebagai hasil dari proses pematangan fungsi psikis dan fisik pada diri anak, yang di tunjang oleh faktor lingkungan dan proses belajar dalam peredaran waktu tertentu menuju kedewasaan dari lingkungan yang banyak berpengaruh dalam kehidupan anak menuju dewasa.
Perkembangan menandai maturitas dari organ-organ dan sistem-sistem, perolehan ketrampilan, kemampuan yang lebih siap untuk beradaptasi terhadap stress dan kemampuan
untuk memikul tanggung jawab maksimal dan memperoleh kebebasan dalam mengekspresikan kreativitas.
B.      Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan
1.       Faktor Intrinsik
Faktor instrinsik yang mempengaruhi kegagalan berkembang terutama berkaitan dengan terjadinya penyakit pada anak, yaitu:
-          Kelainan kromosom (misalnya sindroma Down dan sindroma Turner)
-          Kelainan pada sistem endokrin, misalnya kekurangan hormon tiroid, kekurangan hormon pertumbuhan atau kekurangan hormon lainnya
-          Kerusakan otak atau sistem saraf pusat yang bisa menyebabkan kesulitan dalam pemberian makanan pada bayi dan menyebabkan keterlambatan pertumbuhan
-          Kelainan pada sistem jantung dan pernafasan yang bisa menyebabkan gangguan mekanisme penghantaran oksigen dan zat gizi ke seluruh tubuh
-          Anemia atau penyakit darah lainnya
-          Kelainan pada sistem pencernaan yang bisa menyebabkan malabsorbsi atau hilangnya enzim pencernaan sehingga kebutuhan gizi anak tidak terpenuhi
Menurut Soetjiningsih secara umum terdapat dua faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang anak yaitu faktor genetik (instrinsik) dan faktor lingkungan (ekstrinsik). Faktor genetik merupakan modal dasar dalam mencapai hasil akhir proses tumbuh kembang anak. Faktor ini adalah bawaan yang normal dan patologis, jenis kelamin, suku bangsa / bahasa, gangguan pertumbuhan di negara maju lebih sering diakibatkan oleh faktor ini, sedangkan di negara yang sedang berkembang, gangguan pertumbuhan selain di akibatkan oleh faktor genetik juga faktor lingkungan yang kurang memadai untuk tumbuh kembang anak yang optimal.
2.       Faktor Ekstrinsik
Yang merupakan faktor ekstrinsik:
-          Faktor psikis dan sosial (misalnya tekanan emosional akibat penolakan atau kekerasan dari orang tua).
-          Depresi bisa menyebabkan nafsu makan anak berkurang. Depresi bisa terjadi jika anak tidak mendapatkan rangsangan sosial yang cukup, seperti yang dapat terjadi pada bayi yang diisolasi dalam suatu inkubator atau pada anak yang kurang mendapatkan perhatian dari orang tuanya.
-          Faktor ekonomi (dapat mempengaruhi masalah pemberian makanan kepada anak, tempat tinggal dan perilaku orang tua). Keadaan ekonomi yang pas-pasan dapat menyebabkan anak tidak memperoleh gizi yang cukup untuk perkembangan dan pertumbuhannya
-          Faktor lingkungan (termasuk pemaparan oleh infeksi, parasit atau racun).
Lingkungan merupakan faktor yang menentukan tercapai atau tidaknya potensi bawaan. Lingkungan yang cukup baik akan memungkinkan tercapainya potensi bawaan sedangkan lingkungan yang kurang baik akan menghambatnya. Lingkungan ini merupakan lingkungan “bio-psiko-fisiko-sosial” yang mempengaruhi individu setiap hari, mulai dari konsepsi sampai akhir hayatnya.
3.       Faktor Pendukung
Faktor – faktor pendukung perkembangan anak, antara lain :
1)      Terpenuhi kebutuhan gizi pada anak tersebut
2)      Peran aktif orang tua
3)      Lingkungan yang merangsang semua aspek perkembangan anak
4)      Peran aktif anak
5)      Pendidikan orang tua (Soetjiningsih, 1998).
C.      Fase Perkembangan Pada Masa Usia Pra Sekolah
Pada masa usia pra sekolah ini dapat diperinci lagi menjadi 2 masa, yaitu masa vital dan masa estetik.


1.       Masa Vital
Pada masa ini, individu menggunakan fungsi-fungsi biologis untuk menemukan berbagai hal dalam dunianya. Untuk masa belajar, Freud menamakan tahun pertama dalam kehidupan individu ini sebagai masa oral, karena mulut dipandang sebagai sumber kenikmatan. Anak memasukkan apa saja yang dijumpai ke dalam mulutnya, tidaklah karena mulut merupakan sumber kenikmatan utama tetapi karena waktu itu mulut merupakan alat untuk melakukan eksplorasi dan belajar (Elizabeth B. Hurlock, 1999).
Pada tahun kedua telah belajar berjalan, dengan mulai berjalan anak akan mulai belajar menguasai ruang. Mula-mula ruang tempatnya saja, kemudian ruang dekat dan selanjutnya ruang yang jauh. Pada tahun kedua ini umumnya terjadi pembiasaan terhadap kebersihan (kesehatan). Melalui latihan kebersihan ini, anak belajar mengendalikan impuls-impuls atau dorongan-dorongn yang datang dari dalam dirinya (umpamanya buang air kecil dan air besar) (Elizabeth B. Hurlock, 1999).
2.       Masa Estetik
Pada masa ini dianggap sebagai masa perkembangan rasa keindahan. Kata estetik disini dalam arti bahwa pada masa ini perkembangan anak yang terutama adalah fungsi panca
inderanya. Pada masa ini, panca indera masih peka karena itu Montessori menciptakan bermacam – macam alat permainan untuk melatih panca inderanya (Yusuf, 2001: 69).
D.      Tugas Perkembangan Pada Masa Usia Pra Sekolah
Havighurst (1961) mengartikan tugas perkembangan adalah merupakan suatu tugas yang muncul pada periode tertentu dalam rentang kehidupan individu, yang apabila tugas itu dapat berhasil dituntaskan akan membawa kebahagiaan dan kesuksesan dalam menuntaskan tugas berikutnya, sementara apabila gagal maka akan menyebabkan ketidak bahagiaan pada diri individu yang bersangkutan, menimbulkan penolakan masyarakat dan kesulitan-kesulitan dalam menuntaskan tugas-tugas berikutnya.
Tugas perkembangan ini berkaitan dengan sikap, perilaku atau keterampilan yang seyogyanya dimiliki oleh individu sesuai dengan usia atau fase perkembangan-nya, seperti tugas yang berkaitan dengan perubahan kematangan, persekolahan, pekerjaan, pengalaman beragama dan hal lainnya sebagai prasyarat untuk pemenuhan dan kebahagiaan hidupnya. Tugas-tugas perkembangan pada usia 0 sampai 6 tahun adalah sebagai berikut :
1)      Belajar berjalan
2)      Belajar memakan makanan padat
3)      Belajar berbicara
4)      Belajar buang air kecil dan buang air besar
5)      Belajar mengenal perbedaan jenis kelamin
6)      Mencapai kestabilan jasmaniah fisiologis
7)      Membentuk konsep-konsep (pengertian) sederhana kenyataan sosial dan alam
8)      Belajar mengadakan hubungan emosional dengan orang tua, saudara / orang lain
9)      Belajar mengadakan hubungan baik dan buruk (mengembangkan kata hati).
Menurut Elizabeth Hurlock (1999) tugas-tugas perkembangan anak usia 4 - 5 tahun adalah sebagai berikut:
1)      Mempelajari ketrampilan fisik yang diperlukan untuk permainan yang umum
2)      Membangun sikap yang sehat mengenal diri sendiri sebagai mahluk yang sedang tumbuh
3)      Belajar menyesuaikan diri dengan teman seusianya
4)      Mulai mengembangkan peran sosial pria atau wanita yang tepat
5)      Mengembangkan ketrampilan-ketrampilan dasar untuk membaca, menulis dan berhitung
6)      Mengembangkan penngertian-pengertian yang diperlukan untuk kehidupan sehari-hari
7)      Mengembangkan hati nurani, pengertian moral dan tingkatan nilai
8)      Mengembangkan sikap terhadap kelompok-kelompok sosial dan lembaga-lembaga
9)      Mencapai kebebasan pribadi
Suherman (2000) menjelaskan secara ringkas tugas-tugas perkembangan anak usia 4 - 5 tahun sebagai berikut:
1)      Berdiri dengan satu kaki (gerakan kasar)
2)      Dapat mengancingkan baju (gerakan halus)
3)      Dapat bercerita sederhana(bahasa bicara dan kecerdasan)
4)      Dapat mencuci tangan sendiri (bergaul dan mandiri)
E.       Stimulasi Perkembangan Anak Usia 4-5 Tahun
Stimulasi yang diperlukan anak usia 4-5 tahun adalah :
1)      Gerakan kasar, dilakukan dengan memberi kesempatan anak melakukan permainan yang melakukan ketangkasan dan kelincahan.
2)      Gerakan halus, dirangsang misalnya dengan membantu anak belajar menggambar.
3)      Bicara bahasa dan kecerdasan, misalnya dengan membantu anak mengerti satu separuh dengan cara membagikan kue.
4)      Bergaul dan mandiri, dengan melatih anak untuk mandiri, misalnya bermain ke tetangga (Suherman, 2000)
F.       Tes Skrining Perkembangan Menurut Denver (DDST)
DDST (Denver Developmental Screening Test) adalah salah satu dari metode skrining terhadap kelainan perkembangan anak, tes ini bukanlah tes diagnostik atau tes IQ. DDST memenuhi semua persyaratan yang diperlukan untuk metode skrining yang baik. Tes ini mudah dan cepat (15-20 menit), dapat diandalkan dan menunjukan validitas yang tinggi. Dari beberapa penelitian yang pernah dilakukan DDST secara efektif 85-100% bayi dan anak-anak prasekolah yang mengalami keterlambangan perkembangan (Soetjiningsih, 1998).
Frankenburg dkk (1981) mengemukakan 4 parameter perkembangan yang dipakai dalam menilai perkembangan anak balita yaitu: Personal Sosial (kepribadian/ tingkah laku sosial) yaitu aspek yang berhubungan dengan kemampuan mandiri, bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungannya; Gerakan Motorik Halus yaitu aspek yang berhubungan dengan kemampuan anak untuk mengamati sesuatu, melakukan gerakan yang melibatkan bagian-bagian tubh tertentu saja dan dilakukan otot-otot kecil, tetapi memerlukan koordinasi yang cermat. Misalnya kemampuan untuk menggambar, memegang sesuatu benda; Bahasa adalah kemampuan untuk memberikan respon terhadap suara, mengikuti perintah dan berbicara spontan; Perkembangan Motorik Kasar (Gross Motor) adalah aspek yang berhubungan dengan pergerakan dan sikap tubuh.
Alat yang digunakan seperti alat peraga: wol merah, kismis/manik-manik, kubus warna merah-hijau-biru, prmainan anak, botol kecil, bola tennis, bel kecil, kertas dan pencil; lembar
formulir DDST; buku petunjuk sebagai referensi yang menjelaskan cara-cara melakukan tes dan cara penilaiannya (Soetjiningsih, 1998).
Penilaian sesuai dari buku petunjuk terdapat penjelasan tentang bagaimana melakukan penilaian, apakah lulus (Passed = P), gagal (Fail = F) ataukah anak tidak mendapat kesempatan melakukan tugas (No Opportunity = N.O). Kemudian ditarik garis berdasarkan umur kronologis yang memotong garis horizontal tugas perkembangan pada formulir DDST.
Setelah itu dihitung pada masing-masing sektor, berapa yang F, selanjutnya berdasarkan pedoman, hasil tes diklasifikasikan dalam:
a.       Abnormal, bila didapatkan 2 atau lebih keterlambatan pada 2 sektor atau lebih, bila dalam 1 sektor atau lebih didapatkan 2 atau lebih keterlambatan plus 1 sektor atau lebih dengan keterlambatan dan pada sektor yang sama tersebut tidak ada yang lulus pada kotak yang berpotongan dengan garis vertikal usia.
b.      Meragukan (Questionable), bila pada 1 sektor didapatkan 2 keterlambatan atau lebih, bila pada 1 sektor atau lebih didapatkan 1 keterlambatan dan pada sector yang sama tidak ada yang lulus pada kotak yang berpotongan dengan garis vertikal usia.
c.       Tidak dapat dites (Untestable)

Satuan Acara Penyuluhan nutrsi pada ibu hamil


Satuan Acara Penyuluhan nutrsi pada ibu hamil

Pokok Bahasan                       : Nutrisi
Sub pokok                               : Nutrisi pada Ibu Hamil
Sasaran                                    : Wanita yang sedang Hamil diwilayah binaan puskesmas Labuapi
Hari/ tanggal                           :
Waktu                                     : 60 Menit
Tempat                                    : Rumah Posyandu
Penyuluh : Kelompok V Komunitas
A.    Tujuan
1.      Tujuan Intruksional Umum (TIU)
Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan selama 60 menit,  wanita hamil yang datang mengikuti jalannya penyuluhan dapat mengetahui dan memahami tentang pentingnya nutrisi bagi ibu hamil.
2.      Tujuan Instruksional Khusus (TIK)
Setelah mengikuti proses penyuluhan 60 menit warga dapat:
a)      Menyebutkan pengertian nutrisi,
b)      Menyebutkan kebutuhan nutrisi ibu hamil,
c)      Menyebutkan tanda dan gejala kurangnya nutrisi pada ibu hamil,
d)     Menyebutkan akibat kekurangan nutrisi pada ibu hamil.
B.     Materi Penyuluhan
1.      Pengertian nutrisi,
2.      Kebutuhan nutrisi ibu hamil,
3.      tanda dan gejala kurangnya nutrisi pada ibu hamil,
4.      akibat kekurangan nutrisi pada ibu hamil.

C.     Kegiatan Penyuluhan
1.      Pembukaan selama 10 menit:
a.       Mengucapkan salam
b.      Memperkenalkan diri
c.       Menjelaskan tujuan umum
d.      Kontrak waktu
e.       Mengkondisikan peserta untuk berkonsentrasi
2.      Kegiatan inti selama 30 menit:
a.    Menjelaskan pengertian Nutrisi,
b.    Menjelaskan kebutuhan nutrisi ibu hamil  
c.    Menjelaskan tanda dan gejala kurangnya nutrisi pada ibu hamil
d.   Menjelaskan akibat kekurangan nutrisi pada ibu hamil
3.      Kegiatan Penutup selama 20 menit:
a.       Peserta diberikan kesempatan untuk menyimpulkan materi
b.      Melakukan evaluasi ulang terhadap materi yang diberikan.
c.       Mengakhiri dengan salam penutup
D.    Metode:
1.         Ceramah
2.         Tanya Jawab
E.     Media:
1.         LCD
2.         Laptop
3.         Layar
4.         Laser
5.         Leaflet
F.      Evaluasi:
1.      Prosedur          : Setelah penjelasan materi.
2.      Jenis                : Lisan.
3.      Bentuk                        : Uraian kegiatan.
4.      Alat evaluasi   :
a.       Apa pengertian nutrisi ?
b.      Apa saja makanan yang sebaiknya yang dikonsumsi oleh ibu hamil ?
c.       Apa tanda dan gejala wanita hamil yang kekuragan nutrisi ?
d.      Apa dampak dari kekurangan nutrisi ?




Materi Pembelajaran

1.      Pengertian
Nutrisi adalah substansi organik yang dibutuhkan organisme untuk fungsi normal dari sistem tubuh, pertumbuhan, pemeliharaan kesehatan. Nutrisi didapatkan dari makanan dan cairan yang selanjutnya diasimilasi oleh tubuh.
2.      Kebutuhan nutrisi Ibu hamil.
Nutrisi yang diperlukan adalah:
a.       Karbohidrat dan lemak sebagai sumber zat tenaga untuk menghasilkan kalori dapat diperoleh dari serealia, umbi-umbian.
b.      Protein Protein sangat diperlukan untuk membangun, memperbaiki, dan mengganti jaringan tubuh. Ibu hamil memerlukan tambahan nutrisi ini agar pertumbuhan janin optimal. Protein dapat Anda dapatkan dengan mengkonsumsi tahu, tempe, daging, ayam, ikan, susu, dan telur. sebagai sumber zat pembangun dapat diperoleh dari daging, ikan, telur dan kacang-kacangan.
c.       Mineral sebagai zat pengatur dapat diperoleh dari buah-buahan dan sayur – sayuran.
d.      Vitamin B kompleks berguna untuk menjaga sistem saraf, otot dan jantung agar berfungsi secara normal. Dapat dijumpai pada serealia, biji – bijian, kacang-kacangan, sayuran hijau, ragi, telur dan produk susu.
e.       Vitamin D berguna untuk pertumbuhan dan pembentukan tulang bayi Anda. Sumbernya terdapat pada minyak hati ikan, kuning telur dan susu.
f.       Vitamin E berguna bagi pembentukan sel darah merah yang sehat. Makanlah lembaga biji-bijian terutama gandum, kacang-kacangan, minyak sayur dan sayuran hijau.
g.      Asam folat berguna untuk perkembangan sistem saraf dan sel darah, banyak terdapat pada sayuran berwarna hijau gelap seperti bayam, kembang kol dan brokoli. Pada buah-buahan, asam folat terdapat dalam jeruk, pisang, wortel dan tomat. Kebutuhan asam folat selama hamil adalah 800 mcg per hari, terutama pada 12 minggu pertama kehamilan. Kekurangan asam folat dapat mengganggu pembentukan otak, sampai cacat bawaan pada susunan saraf pusat maupun otak janin.
h.      Zat besi yang dibutuhkan ibu hamil agar terhindar dari anemia, banyak terdapat pada sayuran hijau (seperti bayam, kangkung, daun singkong, daun pepaya), daging dan hati.
i.        Kalsium, diperlukan untuk pertumbuhan tulang dan gigi janin, serta melindungi ibu hamil dari osteoporosis Jika kebutuhan kalsium ibu hamil tidak tercukupi, maka kekurangan kalsium akan diambil dari tulang ibu. Sumber kalsium yang lain adalah sayuran hijau dan kacang-kacangan. Saat ini kalsium paling baik diperoleh dari susu serta produk olahannya. Susu juga mengandung banyak vitamin, seperti vitamin A, D, B2, B3, dan vitamin C. (conectique.com).
3.      Tanda dan gejala kurangnya nutrisi pada ibu hamil.
a.       Kelelahan dan kekurangan energi
b.      Pusing
c.       Sistem kekebalan tubuh yang rendah (yang mengakibatkan tubuh kesulitan untuk melawan infeksi)
d.      Kulit Kering
e.       Gusi bengkak dan berdarah
f.       Sulit untuk berkonsentrasi dan mempunyai reaksi yang lambat
g.      Berat badan kurang
h.      Pertumbuhan yang lambat
i.        Kelemahan pada otot
j.        Terdapat masalah pada fungsi organ tubuh
4.      Dampak kekurangan nutrisi pada ibu hamil
Jika ibu hamil menderita kurang gizi, maka janin yang ada dalam kandungannya juga akan kekurangan gizi. Situasi ini akan berdampak pada masa depan kehidupan anak, yaitu terancam berbagai penyakit, di antaranya kegemukan (obesitas), jantung, diabetes, kanker payudara, tekanan darah tinggi hingga pertumbuhan hati janin yang tidak sempurna. Hati janin yang kurang gizi tidak dapat tumbuh dengan baik. Hatinya akan kecil dan ini menyebabkan fungsi hati pada kehidupannya kelak tak sempurna, termasuk kemungkinan untuk mencernakan kolesterol. Maka bayi yang lahir dengan hati yang kecil kelak kadar kolesterol darahnya tinggi dengan segala akibatnya. Jika  janin dalam kandungan kurang gizi, maka janin bersangkutan akan beradaptasi untuk menghemat makanan yang didapat. Ini berarti tubuh janin akan mengalami perubahan terhadap enzim insulin, dalam hal ini insulin tubuh tak begitu baik bekerjanya, sehingga metabolisme karborhidrat tubuh dibatasi.
Pertumbuhan otak
Sel-sel otak janin dibentuk sejak pembuahan dan berlangsung terus sampai umur dua tahun. Namun terdapat masa pertumbuhan otak yang sangat cepat, yang terjadi sejak umur kehamilan enam bulan sampai dua tahun. Oleh karenanya, nutrisi janin dan anak harus diperhatikan.
Khusus untuk sel-sel otak ini diperlukan asam lemak esensial yang tak dapat dibentuk oleh janin anak, dalam hal ini adalah Omega 3, 6, DHA, dan lain-lain. Maka ibu yang sedang hamil harus mendapat nutrisi yang mengandung asam amino tersebut, dan bayi yang telah lahir juga harus mendapatkan pasokan asam lemak esensial. Di samping pembentukan sel-sel otak, terjadi pula proses pematangan fungsi sel-sel otak. Pematangan ini terjadi setelah bayi lahir sampai umur empat tahun. Ini pun membutuhkan gizi yang baik. Jika masa pembentukan sel dan pematangan sel-sel otak telah lewat, meskipun terjadi perbaikan pemberian gizi, maka kekurangan yang terjadi tidak dapat diperbaiki lagi.
Ibu hamil yang kekurangan nutrisi dapat juga menyebabkan BBLR tipe KMK angka kejadian BBLR (Bayi Berat Lahir Rendah) di Indonesia berkisar 9-30% bervariasi antara satu daerah dengan daerah lain. Hingga saat ini BBLR masih merupakan masalah di seluruh dunia karena merupakan penyebab kesakitan dan kematian pada masa bayi baru lahir. Sebanyak 25% bayi baru lahir dengan BBLR meninggal dan 50% meninggal saat bayi.
Mengapa? BBLR rentan terhadap kekurangan nutrisi, infeksi, dan keterlambatan perkembangan saraf.
Ada 2 tipe BBLR
1.      Prematur yaitu bayi yang lahir lebih awal dari waktunya (kehamilan < 37 minggu)
2.      Bayi kecil masa kehamilan (KMK) yaitu bayi yang lahir cukup bulan tetapi memiliki berat badan kurang.
Oleh sebab itu, agar mendapatkan buah kandungan yang baik dan pertumbuhan bayi yang baik pula, salah satu faktor terpenting yang harus diperhatikan adalah masalah pengaturan gizi ibu sedini mungkin.